Review Blog : Pembuatan NPWP Online Ditolak Karena Pengisian Alamat Domisili Tidak Sama Dengan Alamat Dalam KTP
Blog ini ditulis pada tahun 2019 dan berisi pengalaman pribadi penulis yang tiga kali gagal mendaftar NPWP secara online. Ia menceritakan kronologi penolakan dari sistem e-Registration pajak beserta alasannya.
Kronologi Singkat:1. Percobaan Pertama (29 Juni 2019): Pendaftaran ditolak karena alamat domisili tidak sama dengan alamat KTP. 2. Percobaan Kedua (30 Juni 2019): Setelah menambahkan detail seperti kata “Desa” dan nomor rumah, pendaftaran kembali ditolak dengan alasan sama. 3. Percobaan Ketiga (1 Juli 2019): Semua alamat disamakan dengan KTP, namun sistem menolak lagi dan meminta freelancer mendaftar langsung ke KPP dengan membawa KTP asli dan materai.
Gaya Penulisan: Blog disampaikan dengan gaya naratif sederhana dan santai, seolah bercerita kepada teman, sehingga mudah dipahami meski membahas topik administratif.
Isi dan Informasi: Penulis menyertakan detail waktu pengajuan, isi email penolakan, bagian formulir yang diisi, serta syarat khusus bagi freelancer.
Kelebihan:
Tulisan ini memiliki tingkat keaslian tinggi karena berdasarkan pengalaman pribadi penulis lengkap dengan bukti nyata berupa email penolakan. Kejujuran penulis dalam menceritakan kegagalannya membuat blog terasa lebih dapat dipercaya.
2.Dokumentasi Rinci dan Lengkap
Setiap upaya pendaftaran dijelaskan secara detail, mulai dari tanggal, waktu, hingga isi pesan penolakan yang dikutip secara utuh. Tingkat kedetailan seperti ini jarang ditemukan pada blog sejenis.
Penulis menunjukkan langkah-langkah percobaan yang telah dilakukan beserta kesalahannya, sehingga pembaca bisa belajar dan menghindari kesalahan serupa.
4. Memberikan Informasi Khusus bagi Freelancer
Blog ini menyajikan pengetahuan penting bahwa freelancer memiliki prosedur tersendiri untuk mendaftar NPWP, yaitu dengan datang langsung ke KPP — informasi yang belum banyak diketahui.
Topik tentang perbedaan alamat domisili dan KTP merupakan persoalan yang sering dialami banyak orang, khususnya mereka yang merantau atau sering berpindah tempat tinggal.
Kelemahan:
Tulisan tidak memiliki pembagian yang jelas antara pembuka, isi, dan penutup. Cerita langsung dimulai tanpa penjelasan latar belakang mengapa penulis membutuhkan NPWP.
2. Akhiran Kurang Tuntas
Cerita berhenti tiba-tiba setelah penolakan ketiga tanpa kejelasan apakah penulis akhirnya berhasil mendapatkan NPWP, bagaimana proses di KPP berlangsung, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Blog ini memiliki nilai sebagai dokumentasi pengalaman pribadi yang jujur dan detail tentang kendala pendaftaran NPWP online. Kekuatan utamanya terletak pada autentisitas dan dokumentasi yang lengkap, terutama informasi penting bahwa freelancer harus mendaftar langsung ke KPP.
Komentar
Posting Komentar